2016, Bali Kembangkan 11 Desa Wisata Baru

0
1146
Desa Wisata Penglipuran di Ubud Bangli Bali (Foto: http://www.klikhotel.com)

DENPASAR, test.test.bisniswisata.co.id: SEPANJANG 2016, Bali kembali mengembangkan 11 desa wisata yang tersebar di delapan kabupaten. Langkah ini ditempuh sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

“Dengan dibentuk menjadi desa wisata, setidaknya dapat menggulirkan perekonomian di desa sehingga memperkecil arus urbanisasi dan juga membantu mengentaskan kemiskinan,” tegas Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Anak Agung Gede Yuniartha Putra, di Denpasar, Selasa (16/02/2016), mengutip antaranews.com.

Untuk tahun ini 11 desa wisata yang akan Bali fasilitasi, yakni Desa Pemuteran (Kabupaten Buleleng), Desa Batuagung (Kabupaten Jembrana), Desa Tua dan Sudimara (Kabupaten Tabanan), Desa Pangsan (Kabupaten Badung), Desa Singapadu Tengah (Kabupaten Gianyar), Desa Bakas (Kabupaten Klungkung), Desa Trunyan dan Suter (Kabupaten Bangli) serta Desa Antiga dan Muntigunung (Kabupaten Karangasem).

“Semua desa wisata yang akan difasilitasi tahun ini, termasuk jenis wisata alam, berbeda halnya dengan tahun-tahun sebelumnya. Saat itu selain dikembangkan desa dengan keunggulan wisata alamnya, juga wisata budaya, wisata agro, dan ekowisata,” ucap dia.

Bali, menargetkan hingga 2018 dapat dikembangkan setidaknya 100 desa wisata. Dari 2013 hingga 2015 sudah 42 desa yang difasilitasi menjadi desa wisata. Desa wisata yang telah dikembangkan, bukan hanya mendapatkan bantuan anggaran, juga mendapatkan pembinaan terkait dengan program Sapta Pesona maupun potensi yang cocok untuk dikembangkan sesuai dengan keunggulan yang dimiliki. “Misalnya desa dengan potensi persawahan, tentunya harus dibarengi dengan kegiatan masyarakat bercocok tanam, maupun kegiatan ritual terkait,” ujar dia.

Ia menambahkan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten terkait program-program penguatan dan pendampingan yang bisa dilakukan untuk desa wisata. “Selain itu, kami juga menyambungkan dengan pihak agen perjalanan wisata,” kata dia.

Ia juga bangga, karena salah satu desa wisata di Bali yakni Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli mendapatkan juara I di Indonesia dan akan diajukan untuk bersaing di tingkat ASEAN. “Meskipun awalnya pengembangan desa wisata ada kendala, tetapi saya yakin Bali berbeda dengan daerah lain. Masyarakat Bali terhadap pariwisatanya sangat peduli. Kalau di daerah lain belum tentu seperti itu,” imbuh dia. (*/a)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.