200 Tahun Candi Borobudur Jadikan Event Pariwisata Internasional

0
1407

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani mengatakan, salah satu tantangan yang besar bagi bangsa di perkembangan peradaban saat ini adalah bagaimana keberadaan situs Borobudur yang ada di tengah-tengah masyarakat mampu lestari, menjadi sumber inspirasi dan memperkuat integritas kehidupan berbangsa dan bernegara menuju bangsa yang berkepribadian dan bermartabat.

“Dalam mewujudkan bangsa yang berkepribadian dan bermartabat tersebut, tentu kita diharapkan untuk mampu mengubah cara pikir dan tindak masyarakatnya melalui kegiatan yang kreatif dan inovatif dalam rangka memperkuat kepribadian dan martabat bangsa Indonesia, inilah yang kita sebut Revolusi Mental,” kata Puan menanggapi berbagai aneka kegiatan untuk menyambut 200 tahun penemuan Candi Borobudur di Jakarta, Senin (17/11) seperti dikutip Antara.

Pada akhir pekan kemarin, Menko PMK Puan Maharani bersama dengan Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia Rebbeca Razavi dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menandatangani poster prangko pada acara peluncuran prangko seri 200 Tahun Penemuan Borobudur di Taman Lumbini, Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Pada tahun ini, Candi Borobudur sudah genap berusia 200 tahun, sejak ditemukan oleh Sir Thomas Stamford Raffles pada 1814. Borobudur adalah candi atau kuil Buddha terbesar di dunia sekaligus salah satu monumen Buddha terbesar di dunia. “Sejak saat itu Borobudur telah mengalami serangkaian upaya penyelamatan dan pemugaran dengan proyek pemugaran terbesar digelar pada kurun 1975 hingga 2011 atas upaya Pemerintah RI dan UNESCO,” kata Puan.

Kemudian situs bersejarah ini masuk dalam daftar Situs Warisan Budaya Dunia (World Culture Heritage) pada tahun 1991 yang didasarkan pada hasil karyanya yang mahakarya, unik dan berkaitan langsung dengan tradisi atau peristiwa dengan makna universal yang luar biasa.

Puan menjelaskan, Borobudur selalu digunakan sebagai tempat ziarah keagamaan tiap tahun umat Buddha yang datang dari seluruh Indonesia dan mancanegara berkumpul guna untuk memperingati Trisuci Waisak dan sekaligus sebagai salah satu obyek wisata yang paling banyak dikunjungi wisatawan.

Pada peringatan yang ke-200, Menko Puan menyebutkan pemerintah menyambut baik atas gagasan dan prakarsa yang dilakukan oleh Provinsi Jawa Tengah, Balai Konservasi Borobudur (BKB) dan PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko dengan menyelenggarakan suatu perhelatan akbar dalam rangka memaknai penemuan dan kegunaan dari candi yang merupakan peninggalan raja-raja dinasti Syailendra.

Berbahai rangkaian acara itu, meliputi seminar, ritual agama, sendratari, musik jazz, pameran, pemecahan rekor dunia/nasional dan lomba marathon 10 K yang dihadiri oleh berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara seperti Spanyol, Jepang, Brazil, Inggris dan Turki.

“Even ini telah ditetapkan menjadi salah satu agenda dalam kalender even Provinsi Jawa Tengah dan nasional, dan bahkan saya mengharapkan agar Kementerian Pariwisata dapat meningkatkannya sebagai even internasional tahunan, sehingga meningkatkan kunjungan wisata,” harap Puan.

Puan menambahkan di era global terlebih dengan dibukanya Masyarakat Ekonomi Asean (EA) pada Desember 2015, interaksi lintas budaya menjadi kian meningkat dan sangat mempengaruhi eksistensi dan identitas budaya suatu bangsa. “Kita dituntut untuk berperan aktif sesuai dengan posisinya masing-masing untuk menjaga agar kehidupan budaya Indonesia tidak tergerus oleh budaya yang dapat mengancam kehidupan Bhineka Tunggal Ika,” tuturnya. ****

LEAVE A REPLY