20 – 24 Februari 2016, Festival Pulau Penyengat

0
2184

TANJUNGPINANG, test.test.bisniswisata.co.id: FESTIVAL Pulau Penyengat tengah diupayakan menjadi ikon baru pengembangan pariwisata dan kebudayaan di Kota Tanjungpinang. Pemerintah Tanjungpinang menggelar event yang menarik, unik dan atraktif untuk disaksikan. Festival Pulau Penyengat akan berlangsung pada 20-24 Februari 2016 dengan mengambil tempat di tiga lokasi di Pulau Penyengat, yakni: Balai Adat, Balai Desa, dan Kampung Bulang.

Festival Pulau Penyengat bukan sekadar festival yang mengelar aneka kesenian dengan muatan budaya khas Melayu tetapi juga menampilkan lomba perahu layar yang kini justru berkembang di luar Pulau Penyengat seperti di Pulau Belakang Padang, Batam, dan bahkan hingga ke Johor di Malaysia.

Festival Pulau Penyengat juga akan menghadirkan berbagai kegiatan pendukung yang menarik untuk diikuti, yaitu: baca Gurindam 12, baca puisi, cerdas cermat pantun, penyajian sejarah, gasing, melukis, klinik sastra, dan seminar kebudayaan.
Ada juga lomba jong, sampan layar, dayung, renang tradisional, pukul bantal, tambat itik, layang-layang, renang. Pendukung acara juga hadir lomba fotografi, kuliner, fashion show busana Melayu, dan cerita rakyat.

Khusus seminar kebudayaan yang diusung dalam festival ini akan membedah Gurindam 12- karya Raja Ali Haji. Sejumlah tokoh lintas agama, cendekiawan, sejarawan, budayawan, sastrawan, akademisi, dan ilmuwan akan terlibat untuk ikut membahas karya agung Pahlawan Nasional bidang Bahasa Raja Ali Haji.

Pulau Penyengat atau nama lengkapnya Pulau Penyengat Indera Sakti merupakan pulau kecil berjarak sekira 2 km di seberang Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Pulau seluas hanya 2.500 meter x 750 meter ini pada abad ke-18 merupakan lokasi pemerintahan Kesultanan Johor-Riau dengan istana perpaduan arsitektur Jawa dan Belanda dan kini tengah direnovasi setelah sempat terbengkalai selama 80 tahun.

Karena merupakan pusat pemerintahan Kesultanan Johor-Riau, di pulau ini banyak ditemui berbagai peninggalan Kesultanan Johor-Riau diantaranya adalah Masjid Raya Sultan Riau, Kompleks Pemakaman Keluarga Kesultanan Johor-Riau, makam Pahlawan Nasional Raja Ali Haji, kompleks Istana Kantor, Balai Adat, dan benteng di Bukit Kursi.

Pulau Penyengat dapat ditempuh dari Tanjungpinang menggunakan perahu atau speed boat. Untuk berkeliling di pulau ini dapat memanfaatkan becak motor mirip seperti di Kota Medan dengan ongkos sekira Rp20.000,-. (*/IT)

LEAVE A REPLY