19 – 22 Mei 2016, Bali Interhash 2016

0
543

DENPASAR, test.test.bisniswisata.co.id: Tahun 2016 merupakan keempat kalinya Indonesia dipercaya sebagai tuan rumah pesta olahraga lintas alam internasional berlebel: International Hash (Interhash) 2016.

Setelah Jakarta (1982), Bali (1988), Magelang (2012); akhirnya selama 28 tahun Bali terpilih kembali menjadi lokasi terbaik kegiatan olahraga lintas alam menantang dan menyenangkan. Bali Interhash 2016 akan diselenggarakan di Inna Grand Bali Beach Hotel, Sanur, pada 19 hingga 22 Mei 2016.

Olahraga lintas alam Interhash yang digelar setiap 2 tahun sekali ini, berupa mencari jejak non kompetisi yang menggabungkan olahraga lari, berjalan menyusuri sungai, naik gunung, dan kegiatan lainnya.

Tahun ini ada 11 destinasi di Bali jadi tempat Run Site Bali Interhash 2016: Bedugul dan Baturiti (Tabanan), Lapangan Tembak Sembung (Tabanan), Batulantang (Badung), Sangeh (Badung), Goa Gajah, Tampak Siring (Gianyar), Goa Lawah (Gianyar), Pantai Padang Padang (Semarapura), Pantai Pandawa (Uluwatu), Nusa Penida (Klungkung).

Sedangkan dua lokasi Run Site juga diadakan pawai kesenian dan budaya adalah Red Dress Run di Sanur dan Ball Breaker Run di Lapangan Petang, Badung.

Kegiatan ini pun semakin semarak dengan dihadiri sedikitnya 6.000 peserta (hasher) yang berasal dari 75 negara dari benua Asia, Eropa, dan Amerika dan tercatat 5.234 hasher sudah mendaftarkan dirinya.

Selama berlangsungnya acara dipastikan Bali dipadati wisatawan dari dalam dan luar negeri. Tentunya penyelenggaraan Interhash 2016 sekaligus menjadi ajang promosi kekayaan wisata Bali dan destinasi wisata sekitarnya ke kancah internasional.

Bukan hanya saat acara puncak, sebelum acara berlangsung 200 peserta Interhash diajak berkeliling ke Kota Bandung (Jawa Barat), Surabaya, Banyuwangi, Malang (Jawa Timur) dari tanggal 10-17 Mei 2016 dengan kegiatan bertemakan “The Great Java Train Rumble”, yakni menikmati perjalanan wisata dengan kereta di Pulau Jawa.

Selama 8 hari hasher dipadati kegiatan wisata menarik, seperti berlari dan berkeliling menikmati wisata budaya di Bandung, dan berwisata alam dengan mendaki Gunung Bromo dan melihat Kawah Ijen (blue fire) di Jawa Timur sampai tiba menuju Bali.

Selain itu, setelah berlangsung acara puncak hasher masih ditawarkan menikmati rangkaian acara lain di Bali. Ada juga Komodo Tour di tanggal 23-24 Mei, sekira 100 orang hasher sudah mendaftarkan dirinya untuk berpartisipasi.

Interhash adalah salah satu even internasional yang sangat berpotensi mendatangkan wisatawan. Itu bisa diukur dari komunitas pencinta alam (hasher), yang sudah menyebar di 100 negara.

Apalagi, even ini sudah rutin digelar sejak 1978. Even ini rutin digelar setiap dua tahun sekali. Skalanya internasional. Lokasinya selalu berpindah-pindah dari satu negara ke negara lain. Tuan rumahnya ditentukan lewat bidding tahun lalu di Tiongkok. Dan Bali memenangkan bidding tersebut.

Selain itu, interhash merupakan gabungan olahraga dan rekreasi, bukan sport tourism yang melombakan peserta untuk mencari jawara atau prestasi tercepat. Lebih ke arah fun, hiburan, sambil berolahraga, menjelajahi alam.

Bali paling cocok untuk kegiatan seperti ini, karena 3A nya paling lengkap dibandingkan dengan daerah lain, karena persertanya ribuan. Pertama, Bali aksesnya bisa ditempuh dari mana-mana dari seluruh benua, flight yang connect ke Ngurah Rai Airport sudah kuat. Baik dari Eropa-Amerika, Asia Pacific, Australia, sampai dari Afrika pun ada hub di Dubai, Doha dan Abu Dhabi yang selanjutnya direct ke Bali.

Kedua, Bali juga sudah lengkap dengan semua amenitasnya. Hotel, cafe, resto, convention, transport lokal, penukaran uang, dan sebagainya. Ketiga, dari sisi atraksi? Bali juga gudangnya tempat yang alami, entah bernuansa gunung, pantai, sawah, ladang, hutan konservasi, danau dan lainnya. Masyarakat Bali juga welcome. (endy)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.