18 Kapal Pesiar Merapat, 36.000 Wisman Serbu Lombok

0
1040
Kapal pesiar merapat di pelabuhan Indonesia (Foto: http://habadaily.com)

MATARAM, test.test.bisniswisata.co.id: General Manager PT Pelindo III cabang Lembar, Baharuddin mengakui 18 kapal pesiar dari berbagai negara dijadwalkan berlabuh di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada semester I-2016.

“Yang sudah terjadwal sebanyak 18 kapal. Semoga ada perkembangan tambahan lagi pada semester kedua nanti,” kata Baharuddin di Mataram, seperti dikutip laman Antara, Selasa (24/05/2016).

Diharapkan, jumlah kapal pesiar yang sandar di Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat pada 2016 bisa melebihi tahun sebelumnya. Pada 2015, tercatat 26 kapal asing dengan jumlah penumpang 36.000 orang yang masuk ke Pulau Lombok.

“Hingga saat ini belum ada informasi kunjungan kapal pesiar menurun, rencana dan realisasi bisa terjadi perubahan,” kata Baharuddin.

Para penumpang kapal pesiar tersebut berada di Pulau Lombok, NTB, hanya satu hari. Selanjutnya berpencar mengunjungi berbagai destinasi wisata, seperti pantai Senggigi, dan tempat-tempat bersejarah, seperti Taman Narmada, dan Pura Lingsar di Kabupaten Lombok Barat, dan Museum Negeri Nusa Tengara Barat (NTB), di Kota Mataram.

Ada juga yang berkunjung ke sentra pembuatan kerajinan gerabah di Desa Banyumulek, Kabupaten Lombok Barat, dan sentra perdagangan kerajinan emas dan mutiara di Sekarbela, Kota Mataram.

Sebagian lagi ada yang mengunjungi pasar seni Sesela, Kabupaten Lombok Barat, sekaligus membeli berbagai jenis produk kerajinan ukuran mini untuk dijadikan oleh-oleh.

Ketua Pasar Seni Sesela Fatahul Anwar, mengakui kedatangan para wisatawan mancanegara yang dibawa oleh kapal pesiar membawa keberuntungan tersendiri bagi para pengusaha kerajinan di Pasar Seni Sesela.

“Jumlah penumpang kapal pesiar yang datang minimal 100 orang, paling banyak 1.200 orang dalam satu kali kunjungan kapal pesiar, mereka datang pakai bus pariwisata untuk berbelanja,” katanya.

Para wisatawan asing itu, kata dia, rata-rata berbelanja. Nilai belanjaan mereka minimal Rp12 juta, bahkan mencapai Rp65 juta dalam sekali kunjungan.

Jika dihitung dalam satu tahun, kata Fatahul, omzet Pasar Seni Sesela dalam satu tahun hanya dari penumpang kapal pesiar saja bisa mencapai Rp2 miliar. “Dalam menyambut tamu asing itu, kami juga memberikan suguhan atraksi budaya, seperti peresean,” katanya. (*/AO)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.