18 – 24 Juli 2016, Festival Sriwijaya XXV

0
440

PALEMBANG, test.test.bisniswisata.co.id: Festival Sriwijaya XXV, kembali dipajang. Festival yang menyajikan budaya khas Sumatera Selatan (Sumsel) sebagai provinsi yang memiliki ragam budaya mulai dari tarian, seni, pakaian, kuliner akan digelar di Benteng Kuto Besak, Palembang, pada 18-24 Juli 2016.

Berbagai kegiatan menarik untuk memeriahkan Festival yang digelar setiap tahun. Event itu antara lain Festival Kuliner Tradisional, parade budaya, lomba teatrikal cerita rakyat, lomba tari kreasi daerah, lomba blog dan Instagram, serta acara pendukung menarik lainnya.

Penyelenggaraan festival berlatar belakang bahwa Sumatera Selatan memiliki keanekaragaman budaya yang layak untuk dirayakan sekaligus dilestarikan. Semua acara itu melibatkan partisipasi seniman dan budayawan serta masyarakat Sumsel.

Festival ini diselenggarakan sebagai sarana promosi wisata daerah, meningkatan kunjungan wisatawan dan sebagai upaya pelestarian kebudayaan khas daerah Sumsel.

Selain itu, Festival Kuliner Tradisional diharapkan mampu meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap makanan tradisional dari berbagai daerah di negeri ini.

Palembang dilihat dari filosofi, Sriwijaya adalah momen keemasan bangsa ini. Abad ke-7 Sriwijaya dan abad 14 Majapahit sehingga ada siklus 7 abad Kerajaan di Indonesia lahir. Sriwijaya punya kekuasaan sampai Malaysia , Thailand dan Kamboja

Karena itu, Kota Palembang merupakan kota tertua di Indonesia berdasarkan Prasasti Kedukan Bukit berangka tahun 682 Masehi. Kini Palembang selain menjadi ibu kota Sumatera Selatan, juga dikenal sebagai pusat wisata air dengan julukan berjuluk “Venice of the East”.

Palembang juga merupakan salah satu surga kuliner di Indonesia. Jangan pernah berhenti mengeksplor kulier di Palembang, karena warganya pun tidak pernah berhenti berkreasi menciptakan masakan-masakan terunik yang pernah Anda temukan. Meskipun satu minggu berada di sini, Anda akan disuguhi oleh menu sarapan, makan siang dan makan malam yang tidak pernah sama. Sebut saja pekmpek, burgo, ragit, mie celor, martabak har, ataupun laksan.

Untuk menuju ke kota ini, telah tersedia penerbangan domestik setiap hari ke Palembang. Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II melayani penerbangan dari dan ke Kuala Lumpur, Singapura, Bandung, Denpasar, Jakarta, Padang, Surabaya, Medan, Pontianak, Pangkal Pinang, Yogyakarta, dan lainnya. Transportasi melalui jalan darat pun tersedia bus ber-AC dari beberapa kota di Jawa dan Sumatera.

Wisatawan yang dari ke Sumsel sebagian besar dari Malaysia, persentase mencapai 60 persen. Turis dari Singapura menempati peringkat kedua. Ke depan bidikan diarahkan kepada turis Cina, apalagi sudah ada program bebas visa. Turis asal Cina juga punya keterkaitan dengan Sumsel, karena tokoh Cina, Cheng Ho pernah mampir ke Sumsel. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY