Peningkatan kemacetan di Kota Bandung akibat turis domestik dari Jakarta

0
3186

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Kebiasaan warga ibu kota Jakarta berwisata ke Bandung dengan membawa kendaraan roda empat memberikan kontribusi besar bagi kemacetan kota Kembang. Menekan kemacetan yang kian parah, Walikota Bandung Ridwan Kamil meminta warga Jakarta memanfaatkan transportasi kereta api jika ingin berkunjung ke Bandung.

“Peningkatan kemacetan di Kota Bandung akibat turis domestik dari Jakarta sangat signifikan, atau sebanyak 22.000 kendaraan per minggu. Dan wisatawan yang datang berwisata ke Bandung sekitar 6 juta jiwa,” papar walikota Bandung usai bertemu Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di Balai Kota Jakarta, Selasa (16/9/2014).

Dari jumlah itu, lanjut Ridwan, 20 persen adalah wisatawan mancanegara (wisman) sisanya 80 persen wisatawan Indonesia, dan 70 persen diantaranya adalah turis dari Jakarta. “Kita pikir-pikir jumlah orang Jakarta ke Bandung pertahunnya sebanyak penduduk Bandung. Jadi kita berterima kasih karena dengan kondisi seperti itu ekonomi bergerak,” paparnya.

Namun sayangnya, tambah dia, urusan kemacetan harus saling menyesusaikan terutama masalah sampah dan masalah Klasik persib dan jak mania. Nanti dicari solusi yang kreatif dan ringan,” kata dia.

Menurutnya dia akan meniru program-program DKI Jakarta dalam membangun Jakarta. Tak hanya itu, pihak Pemprov DKI Jakarta juga akan melakukan hal yang sama. Pasalnya, saat ini Bandung sudah menerapkan parkir meter. Sehingga, kedua Kota yaitu Bandung dan Jakarta akan tertata dengan lebih baik.

Untuk tiket kereta api Argo Parahyangan kelas eksekutif dikenai biaya Rp 90.000 sampai Rp 120.000. Sedangkan untuk kelas bisnis hanya Rp 65.000. Saat ini belum ada kenaikan tarif kereta api untuk kereta jurusan Jakarta-Bandung.

Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dapat mensosialisasikan kepada warga ibu kota yang hendak berkunjung ke Bandung menggunakan sarana transportasi umum yakni kereta api. Sebab, sosialisasi ini tidak akan berguna apabila hanya Walikota Bandung yang meminta, bukan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

“Tapi kampanyenya harus dari sekarang. Pak Ahok yang nanti gubernur suaranya akan lebih didengar (warga Jakarta), ketimbang saya di sana (Bandung),” ucapnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga telah meminta Direktur Utama PT KAI Ignasius Jonan untuk memperbanyak frekuensi perjalanan kereta api dari Jakarta menuju Bandung guna mensukseskan kampanye yang sedang digalakkan saat ini.

“Masalah Jakarta ini mirip sama Bandung. Macet, banjir dan knalpot bising. Masalah tadi Pak Ahok bisikin soal taman. Jakarta juga mau memperbanyak taman tematik seperti yang ada di Bandung,” tambahnya. (endy)

LEAVE A REPLY