1,5 Juta Wisman & 20 Juta Wisnus Ditargetkan Kunjungi Kawasan Konservasi

0
495
Wisatawan dari negara-negara Eropa, Amerika Serikat, Jepang, Timur Tengah mulai Juli 2015 mendapatkan fasilitas bebas visa kunjungan wisata) (Foto: googwew.blogspot.com)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: KEMENTRIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menargetkan sebanyak 1,5 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan 20 juta perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) berwisata ke kawasan konservasi di penjuru nusantara, dalam waktu empat tahun ke depan.

“Melihat animo wisatawan yang berwisata ke alam dan konservasi kian meniangkat, kami optimis target bisa tercapai. Apalagi diharapkan terjadi 20 juta perjalanan wisnus. Secara total nasional, pemerintah membidik terjadi 275 juta perjalanan wisnus. Target itu diharapkan tercapai sepanjang 2015-2019,” papar Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK Tachrir Fathoni di Jakarta, seperti diunduh laman Beritasatu.com, Selasa (21/07/2015).

Indonesia, sambung Tachrir, memiliki potensi alam yang indah, seperti gunung, danau, kawah, air terjun, flora fauna, dan kehidupan sosial budaya masyarakat setempat. “Kita fokus membidik pasar di 16 negara, yang diprioritaskan ke Tiongkok, Australia, Jepang, Korea Selatan, dan Rusia,” paparnya.

Tachrir menuturkan, Indonesia memiliki 51 Taman Nasional dan 118 Taman Wisata Alam yang berpotensi menjadi tujuan pariwisata alam. Sementara itu, lanjut dia, tercatat ada 521 konservasi alam di Indonesia, dengan total luasan sekitar 27,20 juta hektare (ha). “Wisata alam diharapkan memberikan dampak tangible nasional, yakni sumbangan delapan persen terhadap PDB Nasional. Selain itu, diproyeksikan bisa menghasilkan devisa Rp 240 triliun dan menciptakan lapangan kerja 13 juta orang,” kata Tachrir.

Sesuai Permenhut No 48/2010 tentang Pengusahaan Pariwisata Alam di Suaka Margasatwa, Taman Nasional, Taman Hutan Raya, dan Taman Wisata Alam dimungkinkan investasi wisata alam di Taman Nasional, untuk usaha jasa wisata alam. Yakni, wisata tirta, akomodasi, transportasi, wisata petualangan, dan olah raga minat khusus dengan mengajukan permohonan sebagai pemegang Izin Usaha Penyedia Sarana Wisata.

Tachrir memaparkan, hingga Juni 2015, ada 12 Taman Nasional yang menjadi objek investasi wisata alam. “Tercatat ada 11 pemegang Izin Usaha Penyediaan Sarana Wisata Alam (IUPSWA) di 7 Taman Nasional, yakni, Alas Purwo, Bali Barat, Bromo Tengger Semeru, Kerinci Seblat, Ujung Kulon, Bukit Barisan Selatan, dan Komodo. Pemegang izin prinsip untuk IUPSWA tersebut tercatat ada sembilan, masing-masing taman nasional oleh satu pemegang izin prinsip. Kecuali, Bali Barat, Bromo Tengger Semeru, dan Kerinci Seblat yang tidak ada,” kata Tachrir. (*)

LEAVE A REPLY