15 Hotel Baru Dibangun Di Bandar Lampung Senilai Rp 3,75 Triliun

0
772

BANDAR LAMPUNG, bisniswisata.co: Pertumbuhan investasi di bidang jasa perhotelan di Bandar Lampung, berkembang pesat beberapa tahun belakangan, tak lepas dari fenomena secara nasional.

Tenaga Ahli Bidang Pembangunan Kota Bandar Lampung IB Ilham Malik menuturkan, tren yang sedang berkembang saat ini adalah ekspansi perusahaan perhotelan berjaringan nasional di banyak kota besar di Indonesia.

“Gejala kota besar di Indonesia sekarang ini berupa tumbuhnya industri properti di bidang perhotelan. Ini sudah jadi tren yang berkembang hampir di semua kota besar di Indonesia,” tutur Ilham.

Menurut Ilham, kondisi tersebut merupakan hal wajar. Sebab, data perkembangan masyarakat modern menunjukkan adanya peningkatan mobilitas masyarakat. Mobilitas tersebut yang dimanfaatkan pengusaha perhotelan dengan menyediakan tempat menginap.

“Mobilitas masyarakat semakin tinggi sementara ketersediaan hotel masih terbatas. Ini menjadi peluang ekspansi perusahaan hotel ke kota-kota besar,” ungkap Ilham.

Di Bandar Lampung, geliat investasi jasa perhotelan pun mulai terlihat. Pada 2017 mendatang, 15 unit hotel baru diperkirakan sudah beroperasional di Kota Tapis Berseri. Hotel-hotel tersebut saat ini sedang dalam pembangunan maupun masih dalam proses pengajuan perizinan.

Nilai investasi dari pembangunan hotel-hotel tersebut mencapai Rp 3,75 triliun. Nilai investasi tersebut dapat semakin meningkat apabila pada tahun-tahun berikutnya pengajuan perizinan pendirian hotel mengalami penambahan.
Ikuti Aturan

Ekspansi perusahaan perhotelan berjaringan nasional di Bandar Lampung, menurut Ilham, tidak menjadi persoalan, selama pembangunan tersebut mengikuti peraturan daerah(perda) setempat.

“Itu (ekspansi perhotelan) kan dampak kemajuan. Tren nasional yang memang sedang berkembang, dan terjadi juga di Bandar Lampung. Tetapi, aturan-aturan yang diterapkan di kota tersebut tetap harus diikuti,” terang Ilham seperti diunduh laman tribunnews. com, Minggu (14/9/2014)

Satu di antaranya, Ilham mencontohkan, adalah dampak lalu lintas yang ditimbulkan. Pendirian hotel harus mampu menjaga suasana lalu lintas supaya tidak menimbulkan kemacetan.

“Semua sarana prasarana terkait pembangunan tentu harus diperhatikan. Jangan sampai, misalnya, lalu lintas yang tadinya lancar, karena berdiri hotel jadi macet. Pendirian hotel harus memperhatikan infrastruktur pendukung,” terang Ilham. ****

LEAVE A REPLY