16 – 20 Maret 2016, Pameran Kain Tenun ‘Weaving for Life’

0
813
Perajin Tenun di NTT (Foto: travel.kompas.com)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: GEF-SGP (Global Environment Facility – Small Grant Programme) merangkul komunitas Lawe menggelar pameran kain tradisional tenun bertajuk “Weaving for Life”, Story from Krapyak, , TTU, TTS dan Moyudan. Pameran yang berlangsung di Bantara Budaya, Jakarta Selatan, diselenggarakan mulai tanggal 16-20 Maret 2016. Pameran dimulai pukul 08.00-18.00 FREE. Pada acara ini juga akan hadir penenun asli dari Nusa Tenggara Timur.

Kain tenun merupakan hasil budaya yg diwariskan turun temurun di Indonesia. Setiap tenun yang dihasilkan memiliki cerita tersendiri didalamnya. Tenun tidak sekedar lembaran kain biasa, berjuta makna dan cerita tersirat di dalamnya.

Disisi lain, Kain tenun sebagai salah satu jenis kain tradisional yang dimiliki bangsa ini semakin redup namanya. Tak banyak masyarakat yang menggunakan kain tenun dalam keseharian. Karenanya perlu upaya dari berbagai pihak untuk melestarikan kain tenun.

Padahal, sejumlah daerah di Indonesia memiliki budaya memakai kain tenun seperti, Toraja, Sintang, Jepara, Bali, Lombok, Sumbawa, Sumba, Flores, Timor, Tanggenan, Karangsam, dan Jawa. Begitu juga dengan kain tenun stagen khas Jawa juga jarang digunakan masyarakat.

Dalam pameran kali ini, menampilkan berbagai hasil karya kain tenun yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Acara ini merupakan rangkaian dari acara yang sudah dilaksanakan di Yogyakarta. Dengan acara ini diharapkan akan mengenalkan budaya tenun yang sesuai dengan karakteristik orang Jakarta.

Kampanye weaving for life bertujuan meningkatkan pemberdayaan masyarakat. Baik dari segi ekonomi maupun sosial. Mengembangkan potensi tenun, dan memperluas jaringan kerja budaya.

Acara ini akan diramaikan dengan talkshow “Eksistensi Tenun Dulu dan Sekarang”. Acara ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Selain itu pengunjung juga dapat membeli hasil kerajinan tenun yang sudah dimodifikasi dalam bentuk tas, baju, maupun kerajinan lainnya.

Dalam pameran yang memaparkan perjalanan panjang sejarah kain tenun Indonesia tersebut, ditampilkan sejumlah karya tenun dengan motif dan simbol khas dari masing-masing daerah. Dari balik motif terdapat cerita dan sejarah tentang suku, wilayah bahkan asal muasal kehidupan mereka. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY