15 – 19 Juni 2016, Indonesia Islamic Fesyen & Produk 2016

0
594
Fesyen Show busana muslim Merry Pramono (Foto: CNNindonesia.com)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Pelaku usaha fesyen dan UMKM busana muslim kian gencar menggelar even yang promotif. Ajang tahunan Indonesia Islamic Fahion and Product (IIFP) 2016 kembali digelar. Ajang ini diharapkan dapat membantu mewujudkan Indonesia sebagai kiblat busana muslim dunia pada 2020 mendatang. IIFP digelar di Hall A dan Cendrawasih Hall, Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, pada 15 hingga 19 Juni 2016.

Penyelenggaraan event tahunan IIFP yang memasuki tahun kedua kali ini mengusung tema ‘Urban Artculturae’. Tema ini dipilih untuk mendorong para desainer Tanah Air agar semakin inovatif dalam mengolah unsur-unsur etnik pada rancangan busana muslim. Mengingat Indonesia memiliki berbagai keragaman budaya sehingga bisa menjadi inspirasi para desainer Islam dapat mempersempahkan busana muslim yang lebih profesional, bermutu dan memiliki nilai jual.

Di sisi lain, dengan menghadirkan busana muslim dari bahan kain batik, tenun juga kain khas Indonesia lainnya akan memperkaya khasana busana Muslim di Indonesia. Karena itu desainer busana Islami di Indonesia diharapkan dapat mengolah unsur-unsur etnik pada rancangan busana muslim.

Seperti Kuluk, kain penutup kepala khas Jambi. Kuluk memiliki banyak unsur budaya Melayu sehingga sangat berbeda dengan model kerudung pada umumnya. Warisan budaya khas Jambi tersebut dapat dikembangkan menjadi produk busana muslim. Hal yang sama tentu juga bisa dikembangkan dari budaya daerah lain, seperti batik dan lainnya.

Selama 5 hari pameran diharapkan dikunjungi sedikitnya 50 ribu pengunjung dan total transaksi penjualan diharapkan bisa mencapai Rp35 miliar – 40 miliar, dengan jumlah peserta pameran 264 peserta.

Tidak hanya peragaan busana, acara ini juga akan disemarakkan dengan pameran, lomba, talkshow, dan workshop. Sedangkan untuk rangkaian kegiatan pameran, akan menampilkan para desainer busana islami, para pengusaha kecil dan menengah, pengrajin yang inovantif, produk fashion & garmen, wastra nusantara, produk kosmetik halal dan aksesori.

Juga para desainer dan insan kreatif telah banyak menciptakan fesyen muslim yang menarik dalam waktu yang relatif singkat sehingga hal ini membawa desainer Indonesia sejajar dengan desainer mancanegara. Acara ini juga akan menghadirkan sedikitnya kurang lebih 50 desainer Indonesia.

Beberapa diantaranya Jeny Tjahyawati, Jenahara, Ria Miranda, Tuty Cholid, Nurzahra, Ida Royani, Tuty Adib, Dian Pelangi, Merry Pramono, Ratu Anita, Itang Yunasz, Restu Anggraeni dan Gea Panggabean. Untuk desainer luar negeri, yang akan hadir diantaranya Datin Norjuma – Kuala Lumpur , Yens Creation – Kuala Lumpur, Amalina Aman – Sydney, Australia. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY