15 – 17 September 2017, Festival Payung Indonesia

0
509

SOLO, Bisniswisata.co.id: Festival Payung Indonesia kembali digelar di Solo, Jawa Tengah. Festival ini lahir dari keprihatinan atas menurunnya kerajinan payung tradisional di beberapa daerah. Kini, perajin payung tradisional terimpit produk payung modern. Harapannya festival ini, turut melestarikan kerajinan payung Indonesia yang terancam punah dan memayungi usaha perajin tradisional agar bangkit.

Juga, melalui festival keempat kalinya ini bisa menjadi forum bertemunya pelaku kerajinan payung tradisional, sehingga bisa menemukan pasar baru. Ditambah lagi Festival Payung Indonesia bisa menggairahkan kembali atraksi wisata di Solo, sehingga dapat mendongkrak kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Festival Payung Indonesia 2017 digelar di Pura Mangkunegaran Solo, pada 15-17 September 2017, mengusung tema Sepayung Indonesia. Dengan kata lain keberagaman Indonesia merupakan anugerah, dan penuh warna. Namun akhir-akhir ini terjadi berbagai ancaman bertoleransi. Sehingga melalui event ini bisa merajut rasa persatuan bangsa.

Event ini diikuti ratusan payung rajut karya perajut dari berbagai kota di Indonesia. Ada payung Lhokseumawe, Medan, Lampung, Semarang, Yogyakarta, Magelang, Madiun, Bali, Klaten, Pacitan, Tasikmalaya dan kota lainnya. Total ada 127 payung rajut dengan berbagai warna, motif, kreasi dan bentuk yang unik serta menarik.

Selain pameran ratusan payung rajut, juga digelar fashion show kain lurik dan payung dari berbagai daerah di Indonesia, gelar pentas maestro tari di Indonesia, serta tak ketinggalan workshop fotografi oleh Darwis Triadi.

Disisi lain, ada workshop dan pameran payung khas Thailand, bahkan akan dicanangkan sister festival dengan negara Thailand. Juga ditampilkan pameran fotografi payung yang terdapat pada relief candi zaman klasik (Hindu-Budha) di Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa payung sudah ada di masa lalu. Dan foto digital imaging, serta payung nusantara tempo dulu dari Museum Tropen, Amsterdam.

Berbeda dibandingkan tahun sebelumnya, dipilih maskot Festival Payung Indonesia 2017 yakni Putri K.G.P.A.A. Mangkunegara Ke-IX Gusti Raden Ajeng Ancillasura Marina Sudjiwo. Bukan hanya itu, G.R.A. Ancillasura bakal mengisi fashion show di hari kedua.

Pada hari kedua Festival payung bakal dimeriahkan dengan umbrella fashion show karya Dian asal Jakarta, Maharani Setyawan asal Klaten, Ofie Laim dari Bandung, dan Rory Wardana Solo. Keempat desainer tersebut tampil pada hari ketiga, Sabtu (16/9) bersama maskot Festival payung 2017.

Hari terakhir, tanggal 17 September 2017: suguhan tari spesial dengan mengundang enam maestro tari Indonesia. Mereka adalah Dariah asal Banyumas, Ayu Bulantrisna Djelantik dari Bali, Rusini Solo, Retno Maruti Jakarta, Didik Nini Thowok Yogyakarta, dan Munasiah Daeng Jinne dari Makassar. Mereka akan menutup panggung Festival Payung Indonesia dengan tarian eksploratif. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY