Kunjungan wisatawan Australia Akan Naik Seiring Berlakunya Bebas Visa Ke Indonesia

0
926
Opera House, Sydney, Australia yang banyak dikunjungi wisman. Wisatawan Australia dalam waktu dekat akan mendapatkan fasilitas bebas visa ke Indonesia. ( foto hss)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Kunjungan wisatawan dari Australia akan meningkat seiring dengan masuknya Australia menjadi negara penerima bebas visa ke Indonesia. Kemudahan ini diharapkan akan meningkatkan okupansi  hotel di Bali dan membantu upaya Kementrian Pariwisata meningkatkan kunjungan wisman dari negara-negara tetangga.

“Kita harapkan turis dari Perth, Darwin, Australia akan meningkat karena negara kangguru itu bersama dengan 80 negara lainnya mendapatkan bebas visa sehingga total ada 170 negara yang mendapatkan fasilitas bebas visa ,” kata I Gde Pitana Deputi Pengembangan dan Pemasaran Mancanegara Kementerian Pariwisata, hari ini.

Menurut dia, saat ini sudah ada 90 negara penerima bebas visa dan pemerintah pekan ini akan ditandatangani lagi 80 negara baru, termasuk Australia yang diharapkan mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Tahun 2016 ini target kunjungan wisman ke Indonesia 12 juta orang sehingga Kemenpar fokus pada negara-negara tetangga dan wisatawan lintas batas (border cross).

Sebelumnya, Australia sempat dicoret dari daftar negara baru penerima fasilitas bebas visa karena tidak bersedia memberlakukan asas resiprokal. Pemerintah negeri kanguru itu memberlakukan kebijakan visa universal di mana setiap orang yang ingin masuk ke Australia harus memiliki visa.

Kunjungan wisatawan Australia di Bali selama Januari hingga November 2015 menduduki posisi pertama dengan jumlah kunjungan mencapai 876.748 dari total jumlah wisman ke Bali selama periode itu mencapai 3.631.195 orang. Untuk kunjungan  jangka pendek dari Australia ke Indonesia di tahun 2014 adalah 1.080.500 wisatawan, dan tahun 2015 diperkirakan masih seputar itu.

Australia merupakan pasar potensial bagi Bali dan Indonesia pada umumnya karena jarak antarkedua negara relatif sangat dekat dan selalu menduduki posisi tiga besar untuk kunjungan wisman di Bali.

Ketua ASITA Jakarta Hasyiana S Ashadi mengatakan wisatawan Australia bisa lima hingga delapan kali setahun bolak-balik ke Bali karena kedekatan dan kemudahan akses. Selama ini mereka juga relatif tidak ada kesulitan sama sekali untuk datang ke Indonesia meski harus pakai visa.

“Kalau Australia mendapatkan fasilitas bebas visa dalam waktu dekat ini jumlahnya kemungkinan naik tapi tingkat hunian hotel tidak otomatis meningkat karena kita tahu selama ini pemerintah provinsi Bali memang mudah memberikan ijin bangunan hotel sehingga jumlah kamar menjadi oversupply,” kata Hasyiana yang akrab dipanggil Yana.

Menurut dia, selain oversupply kamar hotel, kemacetan sudah menjadi ciri khas dari berbagai sudut kota sehingga mengganggu kenyamanan berwisata di pulau dewata. Tidak adanya sistem kluster dalam pendirian bangunan dan peruntukkannya juga membuat wajah pulau dewata semakin semrawut.

“Jadi kesimpulannya untuk pasar Australia ini dengan fasilitas bebas visa jumlah kunjungan bisa saja langsung terdongkrak tapi kualitas dan keamanan menjadi ancaman karena banyak orang Australia yang akhirnya bukan menjadi turis tapi justru bekerja di Bali dan menguasai berbagai bidang ,” tambah Hasyiana. (hildasabri@yahoo.com)

 

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.