12 – 31 Desember 2017, Pameran Lukisan Emas Dari Korea

0
57
Pameran Lukisan berbahan baku emas (Foto: Tribunnews.com)

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Melukis adalah seni menggambar suatu objek di atas kanvas. Umumnya seniman melukis menggunakan cat minyak atau akrilik. Juga ada yang menggunakan teknik airbrush, yaitu menggunakan alat penyemprot yang di dalamnya sudah diisi oleh cat. Hasilnya akan berbeda dengan melukis dengan menggunakan kuas.

Namun seiring perkembangan zaman, para seniman juga membuat perkembangan pada karya seni. Contohnya yang dilakukan Kim Il Tae, pelukis asal Korea Selatan, yang melukis dengan menggunakan bahan emas murni 24 karat. Mulai Senin (18/12/2017) hingga akhir Desember 2017 pelukis Kim Il Tae menggelar pameran lukisan berbahan emas sebanyak 24 lukisan di Gallery Artpreneur Centre Jakarta.

Jimmy Sutopo, kolektor seni pemilik Gallery Artpreneur Centre, mengatakan Kim Il Tae yang merupakan pelukis satu-satunya di dunia yang berkarya dengan bahan emas murni 24 karat. “Pameran karya Kim Il Tae ini menjadi yang pertama kali buat Gallery Artpreneur Centre dalam memamerkan karya di luar pelukis Indonesia,” katanya di Jakarta, Senin (18/12/2017).

Selama ini Gallery Artpreneur Centre menampilkan karya seni pelukis Indonesia, baik masterpiece klasik seperti Affandi, Le Man Fong hingga Raden Saleh, maupun lukisan modern kontemporer. Namun kini, mendapat kepercayaan menampilkan lukisan emas karya Kim Il Tae yang sebelumnya telah dipamerkan di galeri seni kontemporer terbaik dunia, Galeri Sachi London di London.

“Lukisan Kim Il Tae telah dikoleksi tokoh-tokoh terkemuka dunia seperti Bill Gates, Oprah Winfrey, CEO Google Eric Schmidt, Madona dan keluarga Kerajaan Inggris,” ujarnya.

Alasan Gallery Artpreneur Centre memamerkan lukisan emas dengan kisaran harga US$1 juta karena masyarakat Indonesia sangat menyukai emas, termasuk dalam berinvestasi. Dengan demikian, memiliki lukisan Kim Il Tae tidak ubahnya seperti orang yang berinvestasi dalam bentuk emas. Sehingga lukisan itu seperti emas batangan, yang juga bisa dinikmati sebagai karya seni.

Apalagi, harga lukisan itu pun cenderung terus naik dari pameran ke pameran, yang sebelumnya di pamerkan Shanghai dan terakhir di London, ada yang terjual mencapai US$2,5 juta.

Diharapkan pameran lukisan yang dihelat Gallery Artpreneur Centre dapat menjadi inspirasi bagi para seniman Indonesia untuk terus berkarya dan sekaligus menciptakan standard baru dalam dunia seni di Tanah Air.

Karya Kim Il Tae terinspirasi dari alam dan kehidupan rakyat di Korea Selatan, misalnya yang terlihat pada motif lukisan bunga matahari, naga, kuda dan kehidupan rakyat Korea tradisional sehingga publik kerap menyebutnya sebagai Korean Gold Painting.

Kimi mengemukakan Emas murni 24 karat yang digores menjadi gambar-gambar yang melambangkan arti penting dalam kehidupannya. Dan untuk menghasilkan karya maksimal ini butuh perjuangan tidak mudah.

“Butuh waktu hampir tujuh tahun untuk mengetahui bagaimana meramu emas 24 karat, minyak alami dan lem buatan sendiri agar saya bisa melukis dengan pigmen emas, tanpa retak atau ada perubahan warna. Sebelum memastikan membuat lukisan emas ini, saya berlatih dengan lempung merah terbaik,” ujar Kim.

Bergelut di dunia seni, Kim berupaya mencari jati diri. Ia mencoba mengeksplorasi segenap ide-ide gila, hingga tercetuslah kreasi yang amat mahal itu. Ia bahkan sampai menjual sebuah bangunan miliknya untuk membeli logam paling mulia dan menggoreskannya di atas kanvas. Tidak sedikit kritikus seni yang menilai tindakan Kim itu sebagai sebuah kegilaan.

“Istri saya meninggalkan saya dan saya dikucilkan masyarakat. Tetapi yang ingin saya lakukan adalah menghadapi tantangan dengan merintis bidang seni yang tidak diketahui. Saya harus tampil dengan cara yang benar-benar kreatif dan orisinil,” ungkapnya.

Setelah melalui perjuangan keras, pada 2011 Kim untuk pertama kalinya menggelar pameran pribadinya di Insa-dong, sebuah kawasan pusat seni dan budaya di Seoul. Pameran pertamanya sempat membuat heboh saat detektor logam bekerja untuk memverifikasi apakah lukisan itu terbuat dari emas murni.

Pameran itu sukses dan hingga kini Kim sudah menggelar 20 pameran di luar negeri. Karya-karya Kim makin kondang saat penyanyi Korsel Psy dengan sensasi global Gangnam Style, membeli enam lukisannya.

“Saya ingin orang-orang segera terhubung dengan lukisan saya, terlepas darimana asalnya. Dan tidak ada yang lebih baik dari cinta keibuan untuk tujuan ini,” ujarnya. (BIO)

LEAVE A REPLY