0
996
Idayanti Sudiro ( tengah) memberikan pelatihan RBA pada peserta di Hotel Jayakarta, Jakarta akhir pekan lalu ( foto: Hilda Sabri Sulistyo)

JAKARTA,test.test.bisniswisata.co.id: Indonesia kaya dengan beragam potensi wisata kesehatan dan salah satunya adalah Rahasia Berjalan Alami (RBA) yang mampu menarik minat masyakat di 16 negara dan pelatihan telah diberikan di 21 negara selain di Indonesia, kata Idayanti Sudiro,professional instruktur dan pakar berjalan sehat.

“Pelatihan Rahasia Berjalan Alami (RBA) adalah salah satu daya tarik wisatawan baik di dalam dan luar negri untuk berlatih sekaligus berwisata di Indonesia. Penemu konsepnya adalah orang Indonesia,Irmansyah Effendi MSc yang mulai mengembangkan pelatihan ini tahun 2014 lalu, ungkap Idayanti yang akrab disapa Okky.

Dia optimistis kalau pemerintah serius mengemas paket wisata kesehatan maka daya saing pariwisata Indonesia meningkat karena pelatihan RBA misalnya memberikan solusi praktis yang saat ini merupakan pelatihan yang memberikan harapan baru bagi banyak orang untuk mengatasi keluhan keluhan tulang ,sendi dan otot . Cara yang sangat sederhana, mudah dan cepat

“Berjalan bukanlah sekedar untuk menggerakkan dan menopang tubuh kita,tetapi untuk membiarkan setiap langkah kita melakukan penyesuaian pada meridian, zona refleksi,sendi,ruas-ruas tulang belakang dan seluruh tubuh,” jelasnya

Peserta akan dilatih Cara Berjalan dengan benar untuk kesehatan . Lewat latihan RBA maka kemampuan menyembuhkan diri sendiri dipulihkan. Begitupula kebiasan buruk yang selama ini merusak tubuh akibat cara berjalan yang salah dapat dihentikan.

“Jadi dalam pelatihan ini peserta diajak untuk mengenali lebih dahulu cara berjalannya saat ini. Soalnya berjalan adalah olahraga yang paling alami dan merupakan obat alami bagi manusia menurut Hipokrates bapak kedokteran modern . Malah menurut Asosiasi Jantung Amerika Serikat berjalan 30 menit setiap hari bisa membantu sedikitnya mengatasi enam penyakit,”

Hanya dengan berjalan teratur setiap hari bisa mengurangi resiko kanker payudara dan usus besar, mengurangi kemungkinan terkena serangan jantung, memperkuat tulang dan sendi, mengurangi stress dan depresi, menjaga berat tubuh agar tidak berlebihan dan memperbaiki sensitivitas insulin serta tingkat lipid darah.

Sementara dengan melakukan cara berjalan yang benar adalah memperbaiki hubungan dengan bumi tempat kita berpijak sehingga berat tubuh tidak menekan ke kaki. Selain itu mengatasi sakit pada pinggul, pinggang, leher dan , tengkuk akibat cara berjalan yang tidak benar serta mengatasi masalah selulit, varises dan lainnya.

Menurut Idayanti Sudiro, RBA juga mencegah dan mengurangi emosi negatif sehingga sangat baik jika para orangtua memperhatikan cara berjalan anak-anaknya sejak usia dini karena dampak dari cara berjalan yang salah sangat mempengaruhi kesehatan, Postur tubuh dan ‘mood’ seseorang sepanjang hidupnya.

“Itulah sebabnya kita harus mengenali kebiasaan berjalan karena idealnya adalah mengayunkan kaki dan menapakkan telapak dan jari-jari kaki lurus ke depan. Saat berjalan biasakan juga memompa telapak kaki, bagaimana cara melangkahkan kaki dan posisi tangan saat berjalan juga dapat mempengaruhi kesehatan kita ke depan,” ungkapnya.

Cara berjalan yang benar dan latihan rutin akan mengencangkan dan memperbaiki bentuk tubuh, sarana untuk penyembuhan alami tubuh,menenangkan pikiran,meningkatkan mood dan membahagiakan hati, melancarkan zona meridian dan zona refleksiologi bahkan juga menurunkan berat badan.

“Jadi secara keseluruhan RBA meningkatkan kualitas hidup seseorang . Untuk mengubah kebiasaan lama, peserta benar-benar diminta berkomitmen menjalankan latihan dan dibekali dengan CD berisi instruksi-instruksi sehingga mereka semangat berlatih di rumah,”

Peserta Pelatihan RBA bersama instruktur Idayanti Sudiro ( kedua dari kanan bagian depan)
Peserta Pelatihan RBA bersama instruktur Idayanti Sudiro ( kedua dari kanan bagian depan)

Usai mengikuti pelatihan Idayanti memberikan kesempatan tiga kali bonus latihan bersama untuk saling sharing dan mengukur kemajuan yang telah dicapai dengan penyembuhan alami dalam tubuhnya berkat cara jalan yang benar.

Gunadi, 49, peserta RBA dari Bandung mengaku bisa menghindari operasi lutut karena sudah bertahun-tahun memiliki masalah pada lutut. Dua tahun terakhir, lutut sakit saat menaiki tangga, belakangan jalanpun terasa sakit.

“Berobat berapa bulan tidak ada perubahan. Dokter di R.S. tulang Halmahera, mengatakan harus dioperasi. Setelah 6 minggu berlatih RBA, sakit lutut hilang total, naik tangga pun tidak terasa sakit sama sekali! Otot-otot perut dan dada menjadi padat, lingkaran perut berkurang 4cm, sehari-hari lebih segar dan berenergi tanpa melalukan olahraga tambahan dan diet khusus.

Jhon Benko yang jauh-jauh datang dari Amerika Serikat usai latihan RBA juga mengalami banyak perubahan dalam diri terutama juga postur tubuh. “Punggung saya menjadi tegap padahal saya penderita kyphosis (sejenis scoliosis) sejak masih kecil.,” ujarnya riang per telpon.

Kyphosis ini menyebabkan punggungnya sakit dan postur membungkuk. Untuk meluruskan postur Jhon Benko datang ke chiroprator dan melakukan latihan otot serta mengenakan ‘brace’.

“Setelah saya mengikuti RBA, tulang belakang saya mulai lurus dan tumbuh 1 inci. RBA sangat alami dan menakjubkan,” kata John Benko. Seperti banyak peserta lainnya dia gembira karena latihan sehari namun memperbaiki cara berjalan dan gaya hidup sepanjang hidupnya.

Keuntungan lainya para instruktur juga mengajarkan cara menata hati serta lebih mendekatkan diri dengan tuhan sehingga dia dapat mengembangkan hal positif dalam diri. (hildasabri@yahoo.com)

 

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.