Inisiatif tinggi BMI Hongkong hasilkan wisudawan pelatihan beragam ketrampilan

0
654

Antonius Tanan ( atas tengah) bersama BMI Hongkong, majikan BMI, wisudawan serta Soplo dan Winarsih Satuman, kordinator BMI dan penggagas pelatihan.

HONGKONG, bisniswisata.co.id: Sekitar 70 orang Buruh Migran Indonesia (BMI) di Hong Kong, Minggu (15/11) di wisuda setelah mengikuti kelas keterampilan , kuliner & pembelajaran entrepreneurship . Uniknya, kegiatan belajar ini dipelopori , dikelola dan dikembangkan oleh BMI sendiri. Acara wisuda juga dihadiri oleh sebagian majikan para BMI itu sendiri.

Awalnya,  Winarsih Satuman mengikuti kuliah online dari Universitas Ciputra Enterpreneurship Center (UCEC) & training enterpreneurship untuk BMI dari Bank Mandiri (Mandiri Sahabatku). Melihat manfaat yang dirasakan, bersama temannya  Tri Sumiyatik Suradi dan beberapa BMI lain akhirnya Winarsih dan teman-temannya kemudian mempelopori kelompok belajar mandiri dan menjadi mentor agar dapat membantu sesama BMI.

Inisitif ini kemudian mendapat support dari  Universitas Ciputra Enterpreneurship Center (UCEC), dengan memberikan materi pembelajaran entrepreneurship  secara gratis melalui para mentor. Acara wisuda yang berlangsung di Olympic House, Hongkong di hadiri oleh Antonius Tanan, Presdir Universitas Ciputra Entrepreneur Center yang sejak 2010 telah membimbing BMI untuk menjadi pengusaha.

“Pengorbanan yang diberikan BMI bagi keluarga di tanah air sangat besar, mereka perlu lebih dari sekedar perlindungan, mereka perlu pemberdayaan. Melalui kelompok belajar ini diharapkan lebih banyak lagi BMI cerdas & dapat menjadi pengusaha tangguh sekembalinya ke tanah air .

Para BMI ujarnya, meninggalkan tanah air untuk mendapatkan pekerjaan dan gaji yang layak semata-mata untuk mensejahterakan hidup keluarga dan terutama pendidikan dari anak-anaknya. Banyak diantaranya yang belum menikah berkorban agar adik, kakak atau orangtuanya bisa hidup layak di tanah air.

Mereka yang sudah menikah dan memiliki suami atau istri dan anak-anak harus merelakan pengawasan dan pendidikan buah hatinya pada keluarga maupun orang lain agar keluarganya hidup sejahtera. Sementara bagi BMI sendiri kerap tidak memikirkan kondisi dirinya sendiri karena begitu besar kecintaan pada keluarga.

Sesuai dengan visi dan misi Ir. Ciputra, pendiri Ciputra Group yang ingin menumbuhkan gerenasi entrepreneur di tanah air termasuk dikalangan Buruh Migran Indonbesia maka iselenggarakanlah training yang diselenggarakan oleh Universitas Ciputra Entrepreneurship Center (UCEC) sejak 5 tahun lalu.

Dalam pelatihan tersebut, ada tiga kelas yaitu kelas dasar, lanjutan dan utama. Dasar dan lanjutan ada 6 pertemuan yang dibahas misalnya adalah pengenalan entrepreneurship, pemahaman terhadap peluang, pemahaman terhadap kreativitas, keuangan dasar, dan sebagainya. Di dalamnya tidak hanya teori yang dibahas tetapi juga tugas-tugas di rumah yang berkaitan dengan materi yang mereka baru saja dapatkan.

Di kelas lanjutan, materi yang diberikan intinya adalah penekanan pada kompetisi, pricing, riset pasar, dan sebagainya. Selanjutnya di kelas utama, titik beratnya adalah pembelajaran selam 3-4 bulan berupa belajar via web yang dipandu dari kota Surabaya, tempat Universitas Ciputra berada.

Untuk kelas online ada dua kelas, yakni Pengantar Entrepreneurship Retail dan Pengantar Entrepreneurship Kuliner, Ritel dan kuliner memang dua bidang usaha yang paling digemari para BMI yang mayoritas kaum perempuan dan ibu rumah tangga.

Wisudawan kelas kuliner bahagia dengan prestasi dan sertifikat yang diperoleh. ( foto: Deska Hapsari)
Wisudawan kelas kuliner bahagia dengan prestasi dan sertifikat yang diperoleh. ( foto: Deska Hapsari)

Sebagai sponsor kegiatan pelatihan wirausaha ini ialah Bank Mandiri. Awalnya 5 tahun lalu, UCEC telah menyelenggarakan pelatihan serupa di Hong Kong dengan biaya sendiri. Kemudian Bank Mandiri mendengar kegiatan positif tersebut dan mereka menyatakan dukungannya dan memutuskan untuk memberikan pembiayaan untuk pergi ke sana.

Tujuan pelatihan ini ialah agar para BMI bisa memberdayakan dirinya secara ekonomi, meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarga tanpa meninggalkan orang-orang yang mereka cintai. Ada banyak alasan mengapa UCEC ingin agar para BMI tetap bersama keluarganya.

“Misalnya karena rumah tangga yang broken home, anak-anak yang kurang mendapatkan perawatan dan kasih sayang dari ibu mereka, dan sebagainya,”ungkap Antonius dalam berbagai kesempatan.

Tanpa harus mendorong mereka segera berhenti menjadi pekerja di luar negri dan kembali ke Indonesia. Pelatihan entrepreneurship terus diberikan agar mereka mempersiapkan diri sebelum berbisnis di Indonesia.

“Sambil mengumpulkan modal juga sehingga begitu kembali ke tanah air, mereka sudah tahu apa yang harus dilakukan dan bisa segera memulai berbisnis atau yang lebih baik lagi, mereka sudah memulainya sejak di Hong Kong ini sehingga begitu tiba di Indonesia mereka tinggal melanjutkan bisnisnya dan mengembangkan,” ungkapnya

Antonius mengaku terharu karena semangat belajar tetap tinggi di lingkungan BMI dan merupakan hasil pendidikan selama ini agar mereka inovatif, kreatif. Terbukti dengan lahirnya beragam program dan lulusnya 70 wisudawan untuk kelas ketrampilan kuliner, kelas entrepreneurship dan kelas business model canvas ( BMC). Usai wisuda para majikan tempat BMI bekerja sehari-hari di rumah mereka juga hadir mengucapkan selamat atas prestasi yang dicapai. (Deska Hapsari)

LEAVE A REPLY