11 Investor Penerbangan Tertarik Kembangkan Bandara Batam

0
186

BATAM, Bisniswisata.co.id: Sebanyak 11 investor internasional dan nasional tertarik mengembangkan fasilitas Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Para investor yang bergerak di bidang penerbangan berasal dari Korea Selatan, India, Jepang, Prancis, Singapura, Swiss Jerman dan konsursium Cina dan Indonesia.

Kesebelas investor itu, Incheon dari Korea Selatan, GMR Group dari India, GVK Mumbai dari India, Mitsui dari Jepang, Vinci dari Prancis, Angkasa Pura II dari Indonesia, Regnum Resource dari Singapura, Zurich Airport dari Swiss, dan Munich Airport dari Jerman. Dua lagi perusahaan konsorsium asal Cina dan satu dari grup perusahaan lokal Indonesia.

“Jadi hingga kini, tercatat sudah ada 11 investor yang menyatakan bersedia ambil bagian dalam tender pengembangan dan pengelolaan bandara terbesar di Batam itu yang akan dilelang akhir 2017,” papar Pelaksana Harian Direktur Hang Nadim, Dendi Gustinandar dalam keterangan tertulis diterima Bisniswisata.co.id, di Jakarta, Jumat (21/07/2017).

Kesebelas investor ini, sambung dia, mendapatkan penjelasan langsung dari BP Batam mengenai keuntungan yang diperoleh ketika mengembangkan bandar udara Hang Nadim Batam. Status tanah seluas 1.762 hektar jelas. “Kami sudah mempersiapkannya agar bisa dikembangkan sesuai keinginan BP Batam,” ungkapnya.

Dilanjutkan, bagi investor yang mengembangkan ekspansinya di Batam saat ini, yakni Garuda Maintenance Facility (GMF) sudah menyetujui untuk menggunakan lahan seluas 23 hektar di samping lahan milik Lion Air seluas 29 hektare.

Hingga kini, angka penumpang pesawat udara melalui Hang Nadim sudah mencapai lebih dari 6 juta setahun. Angka ini tumbuh 10 persen tiap tahunnya. “Ini menunjukkan Hang Nadim, menjadi cluster industri. Saat ini GMF tengah mempersiapkan tim pengukur yang akan datang ke Batam untuk melakukan tugasnya,” tandasnya.

Tingkat kunjungan wisatawan asing ke Batam mengalami grafik kenaikan yang menggembirakan. Sekitar 75 persen kedatangan wisman ke Indonesia, termasuk Batam menggunakan moda transportasi udara sehingga tersedianya seats pesawat yang cukup menjadi kunci untuk mencapai target 2017 hingga 2019.

Saat ini, kapasitas seats hanya tersedia sebanyak 19,5 juta oleh perusahaan maskapai penerbangan Indonesia dan asing, yakni hanya cukup untuk menenuhi target kunjungan 12 juta wisman pada 2016. Sedangkan untuk target 15 juta wisman tahun 2017 masih membutuhkan tambahan 4 juta seat.

Demi mencapai target pariwisata 2018 sebanyak 18 juta wisman, membutuhkan tambahan 3,5 juta seat atau menjadi 7,5 juta seat. Sedangkan untuk mendukung target 20 juta wisman pada 2019 perlu tambahan 3 juta seat atau totalnya menjadi 10,5 juta seat. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY