11 April – 3 Mei 2017, Upacara Ritual Ida Betara Turun Kabeh

0
488
Pura Bali dimintai wisatawan asing

KARANGASEM BALI, Bisniswisata.co.id: Upacara ritual berskala besar “Ida Betara Turun Kabeh” diselenggaran di Pura Agung Besakih, di Karangasem Bali. Upacara di Pura terbesar di Bali berlangsung selama tiga pekan mulai 11 April hingga 3 Mei 2017, dengan harapan umat tidak membeludak melakukan persembahyangan pada awal kegiatan ritual.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika didampingi Nyonya Ayu Pastika, Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta, sejumlah Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan umat melakukan persembahyan pada puncak kegiatan ritual bertepatan dengan hari purnama kedasa Selasa (11/4/2017).

Pelaksanaan Puncak Karya Ida Betara Turun Kabeh dipercaya oleh umat Hindu sebagai hari baik melaksanakan upacara “yadnya” (pengorbanan suci), yang diharapkan bisa menjadi momentum bagi seluruh umat Hindu untuk “mulat sarira” agar kedepannya bisa lebih baik dalam menjalankan kewajiban masing-masing.

Selain itu untuk memohon penyucian bagi alam beserta isinya sebagai bentuk rasa syukur atas berkah yang dikaruniakan Ida Sanghyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa. Diharapkan seluruh umat sejahtera, jagat Bali trepti, itu makna dari rangkaian kegiatan ritual yang dilaksanakan selama tiga pekan.

Setelah kegiatan ritual berskala besar itu berlangsung, semoga umat Hindu diberkati ketenangan hati dan pikiran, sehingga kedepannya bisa lebih baik dalam melaksanakan swadarma (kewajiban) masing-masing.

Selain itu, umat Hindu agar bisa mengatur diri sedemikian rupa untuk dapat melaksanakan persembahyangan ke Pura Besakih terkait kegiatan ritual berskala besar tersebut.

Kegiatan ritual diawali dengan menghaturkan “sesaji” kepada Ida Betara yang berstana di padma tiga agar diberikan anugerah kedamaian dan keselamatan. Prosesi tersebut diiringi berbagi tarian seperti Rejang, Baris, Wayang Lemah, Bebondresan serta ditutup dengan Topeng Sidakarya.

Prosesi puncak karya dipimpin oleh sembilan sulinggih (pendeta) diantaranya Ida Pedanda Putra Ngenjung dari gria Selat Duda Karangasem, Ida Pedanda Djelantik Nuaja dari gria Buda Keling Karangasem, Ida Sri Begawan Napta

Nawa Wagsa Pemayun dari gria Kedatuan Kawista Blatungan Pupuan Tabanan, Ida Pandita Satya Darma Tenaya, Pandita Dukuh, Nabe Putra Pangkung, Ida Sri Empu Semara Pura dari Geria Taman Sari Tegak, Ida Pedanda Gede Pura Abah, dan Ida Pedanda Putra Ketut Kawan.

Besakih merupakan tempat suci umat Hindu terbesar di Pulau Dewata menyimpan ketenangan dan kedamaian yang senantiasa menjadi pusat perhatian umat saat berlangsungnya kegiatan ritual berskala besar.

Pura Agung Besakih berlokasi di lereng kaki Gunung Agung yang memiliki ketinggian 3.142 meter di atas permukaan laut, secara administratif masuk di wilayah Kabupaten Karangasem, sekitar 85 km timur laut Denpasar.

Kawasan suci di ujung Timur Bali itu terdiri atas 16 komplek pura yang menjadi satu-kesatuan tak terpisah satu sama lain, memiliki arti penting bagi kehidupan keagamaan umat Hindu, yang dianut sebagian besar masyarakat Pulau Dewata.

Memang Pura Agung Besakih kerap dikunjungi wisatawan mancanegara yang tertarik dengan kemegahan di bawah kaki Gunung Agung. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY