11-13 November 2017, Festival Way Kambas

0
33
Wisatawan asing menunggang gajah di Indonesia (Foto: www.skyscrapercity.com)

LAMPUNG, Bisniswisata.co.id: Festival Way Kambas kembali digelar. Tahun ini, Festival Way Kambas dimeriahkan dengan berbagai kegiatan pendukung seperti penampilan seni budaya daerah, olahraga dan petualangan, berbagai lomba serta atraksi gajah-gajah dari Pusat Konservasi Gajah Taman Nasional Way Kambas.

Selain sebagai ajang promosi pariwisata, acara ini yang rutin digelar setiap tahun juga menjadi wadah apresiasi dan pelestarian seni budaya daerah yang bertujuan untuk mengkampanyekan pelestarian Gajah Sumatera. Festival Way Kambas digelar di Pusat Pelatihan Gajah Way Kambas Lampung pada 11 – 13 November 2017.

Bagi wisatawan ingin mengikuti lomba maraton, di Festival Way Kambas akan diselenggarakan Maraton Way Kambas 10K, Way Kambas adventure trail, fun bike dan XC/MTB. Para wisatawan bersama keluarga juga dimanjakan membuat skesta Way Kambas, moccaf colour fun, gelaran kolosal bedana, pagelaran musik, Way Kambas Idol, festival buah nusantara, parade motor antik dan festival kuliner yang bisa dijajal.

Juga Pawai Budaya, Jejak Petualang, Way Kambas Agro Expo, Forest Photography Festival, jalan-jalan 4×4, dan Fashion Show. Keseruannya samgat komplit. Silakan buktikan sendiri ke Lampung.

Magnet utamanya tentu saja atraksi gajah. Maklum, Taman Nasional di Lampung ini memang dikenal sebagai salah satu habitat sekaligus tempat konservasi gajah di Indonesia. Tak ada gajah yang tak jinak di Way Kambas. Semuanya jinak. Semuanya sangat bersahabat dengan manusia.

Yang mau melihat liga sepakbola gajah, di sinilah tempatnya. Mau menonton gajah berjoget, gajah duduk, dan gaya gajah lainnya yang mengundang tawa, Way Kambas tempatnya. Semuanya dijamin unik. Semuanya dijamin bisa bikin happy.

Selain sebagai ajang promosi pariwisata, acara ini juga menjadi wadah apresiasi dan pelestarian seni budaya daerah. Kebetulan Taman Nasional Way Kambas punya story telling yang panjang. Sejak didirikan pemerintah Belanda pada 1937, destinasinya langsung ngehits dengan atraksi gajah yang tak biasa. Dan yang perlu dicatat, inilah taman nasional tertua di Indonesia.

Taman Nasional Way Kambas (TNWK) terletak di ujung selatan Sumatera, sekitar 110 km dari Bandarlampung dan merupakan salah satu konservasi tertua di Indonesia. Taman ini menempati 1.300 km persegi dari hutan dataran rendah pantai sekitar Sungai Way Kambas di pantai timur Provinsi Lampung.

TNWK sangat erat kaitannya dengan gajah, karena selain menjadi tempat perlindungan bagi raksasa lembut tersebut, taman nasional ini juga dikenal sebagai tempat latihan mereka.

Pusat Pelatihan Gajah Way Kambas Secara resmi didirikan pada tahun 1985, yang terletak 9 km dari pintu masuk Taman Nasional Plang Ijo, merupakan tempat yang bertujuan untuk melindungi keberadaan gajah dan pada saat bersamaan saling menguntungkan bagi gajah dan manusia.

Pusat pelatihan juga mengingatkan pada saat raja atau sultan memerintah Sumatra, ketika gajah dilatih dan ditempatkan dalam peperangan dan juga untuk tujuan upacara. Di sini, pengunjung bisa mengamati gajah melakukan berbagai tugas seperti mengangkut kayu atau membajak ladang. Mereka juga bisa melakukan aktivitas yang unik seperti bermain sepak bola atau pertunjukan menghibur lainnya.

Di Pusat Pelatihan Gajah Way Kambas diyakini terdapat sekitar 200 gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranensis) hidup dalam taman nasional. Gajah Sumatera adalah salah satu dari tiga subspesies yang diakui Asian Elephant, dan asli Pulau Sumatera. Secara umum, gajah Asia lebih kecil dibandingkan dengan Afrika dan memiliki titik badan tertinggi di kepala.

Di antara gajah Asia, gajah Sumatera adalah yang terkecil, dengan tinggi bahu berkisar antara 2 meter dan 3,2 meter (6,6 kaki. 10,5 ft). Gajah liar Sumatera yang sebelumnya ditemukan di delapan provinsi Sumatera. Namun, vegetasi yang padat dan hutan hujan tropis yang kusut membuat sulit untuk memperkirakan jumlah pasti mereka. Tertarik? (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY