10 Desa Wisata Gunungkidul Dilatih Bahasa Inggris

0
59
Desa Wisata Bleberan di Playen, Gunungkidul, (Foto: http://srigethuk.id)

GUNUNG KIDUL, Bisniswisata.co.id: Perkembangan pariwisata Gunungkidul benar-benar membuat DIY semakin menasbihkan diri sebagai tujuan utama pariwisata di Indonesia. Untuk memberikan akses layanan dan keramahan, diperlukan pelatihan dan life skill pengelola desa wisata.

Kini sebanyak 10 pengelola desa wisata mendapatkan training life skill dan pelatihan bahasa inggris singkat untuk memberikan kesan ramah kepada wisatawan terutama wisatawan asing. “Ide pelatihan kepada pengelola desa wisata ini bukannya tanpa alasan,” papar Pegiat Rumah Cerdas Indonesia Wisnu Dwi Atmojo dalam keterangannya, Kamis (05/10/2017).

Selama ini seringkali pengelola belum bisa menanggai tamu wisatawan asing. “Dari hal itu kita berusaha memberikan pelatihan pengembangan diri lewat training selama lima hari,” sambung Wisnu.

10 pengelola yang mendapatkan pelatihan di antaranya pengelola embung bhatara Sriten, eko wisata Pampang, desa Wisata Klayar, desa wisata budaya Ngalang, Bleberan,dan beberapa desa lain yang mulai merintis desa wisata. “Kita akan berikan pengetahuan mulai dari menanggapi wisatawan baik domestik mau pun mancanegara, termasuk teknik penguasaan bahasa inggris secara cepat,” bebernya.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, pihaknya menggandeng forum CSR DIY dan sebuah lembaga bimbingan belajar Primagama untuk memberikan materi selama hari yang dimulai sejak Senin (2/10/2017) hingga hari ini.

Agenda ini bisa digelar setiap enam bulan dengan melibatkan semua pelaku desa wisata. “Memang dari 10 desa wisata, masing-masing pengelola masih 1 perwakilan. Ke depannya kita akan tambah sehingga setiap pengelola akan memiliki banyak personel yang piawai dalam menggunakan bahasa Inggris untuk menyambut tamu mancanegara,” ulasnya.

Tentor Pelatihan service excelent, Bambang Rusdiyanto mengatakan melalui pelatihan life skill bahasa Inggris dan service excelent diharapkan kemampuan pengelola wisata dalam menjamu tamu jauh lebih baik. “Banyak teknik menanggapi tamu yang penting diketahui. Melalui pelatihan ini kita berikan,” pungkasnya. (*/SIN)

LEAVE A REPLY