10 Agenda Berwisata ke Caribbean van Java

0
2169
Berenang dengan ikan hiu (foto seputarsemarang.co)

KARIMUNJAWA, test.test.bisniswisata.co.id: Berwisata di Karimunjawa pada akhir pekan maupun hari liburan, memang mengasyikkan. Asyik lantaran aktifitas yang dilakukan sama seperti saat berwisata di Raja Ampat yang menikmati keindahan alam bawah laut, atau di Pantai Kuta untuk bermandikan cahaya sang surya, atau menjelajah hutan mangrove di Bintan.

Dengan kata lain, cukup di Karimunjawa semuanya aktifitas wisata tersedia. Malah di Karimunjawa ada wisata yang unik dan menarik yakni bersenda gurau dengan ikan hiu – yang selama ini dikenal sebagai binatang laut yang ganas, sadis dan selalu menyerang manusia.

Karimunjawa adalah kepulauan di tengah Laut Jawa, yang termasuk dalam Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Dengan luas daratan ±1.500 hektare dan perairan ±110.000 hektare. Berjarak sekitar 83 KM di utara kota Jepara, Kepulauan Karimunjawa terdiri dari 27 pulau, namun hanya 5 pulau yang berpenghuni.

Potensi wisata utama dari Kepulauan Karimunjawa adalah keindahan lautnya. Karena potensi wisata taman laut tersebut,
kepulauan ini ditetapkan sebagai salah satu taman nasional Indonesia pada tahun 2001. Karimunjawa adalah rumah bagi terumbu karang, hutan bakau, hutan pantai, serta hampir 400 spesies fauna laut, di antaranya 242 jenis ikan hias. Beberapa fauna langka yang berhabitat disini adalah Elang Laut Dada Putih, penyu sisik, dan penyu hijau.

Tumbuhan yang menjadi ciri khas Taman Nasional Karimunjawa yaitu dewadaru (Crystocalyx macrophyla) yang terdapat pada hutan hujan dataran rendah. Ombak di Karimunjawa tergolong rendah dan jinak, dibatasi oleh pantai yang kebanyakan adalah pantai pasir putih halus.

Berdasarkan legenda yang beredar di masyarakat sekitar, asal muasal nama Karimunjawa dari kisah Syekh Amir Hasan, putra Sunan Muria yang nakal dan merupakan murid Sunan Kudus. Dengan maksud mendidik, Sunan Muria memerintahkan putranya untuk pergi ke sebuah pulau yang nampak “kremun-kremun” (kabur atau samar-samar) dari puncak Gunung Muria agar si anak dapat memperdalam dan mengembangkan ilmu agamanya. Karena tampak “kremun-kremun”, lama kelamaan kepulauan ini akrab disebut Karimun.

Namun sebutan kini terus berkembang. Julukan yang Diberikan: Pulau Liburan, Paradise of Java, Caribbean van Java. Untuk menuju Karimunjawa bisa menggunkan jalur laut Ada 3 pilihan kapal ke tempat wisata ini. Pertama, kapal motor cepat dengan menempuh perjalanan sekitar 4-6 jam dari Pelabuhan Kartini.

Kedua, kapal Bahari Expres dengan menempuh perjalanan sekitar 2-3 jam dari Pelabuhan Kartini. Hal ini tergantung kondisi cuaca dan ombak sangat berpengaruh bagi pelayaran, malah bisa saja pelayaran ditunda atau dibatalkan apabila cuaca sedang buruk. Ketiga, pesawat terbang ke Bandara Dewandaru di Pulau Kemujan, dari Bandara Ahmad Yani, Semarang.

Memang berwisata ke kepulauan, kadang muncul keraguan apa saja aktifitas yang dilakukan selama berwisata yang hanya
dikelilingi laut lepas. Namun jangan kecil hati dulu. Tercatat ada sepuluh aktifitas menarik, unik selama menghabiskan waktu liburan.

01. Menikmati Pantai Pasir Putih

Ingin berjemur di pantai dengan hamparan pasir putih, rasanya tak perlu jauh-jauh ke Miami. Pulau Gosong Seloka merupakan dataran pasir putih yang sangat indah, pulau gosong terletak hampir diseluruh laut karimun jawa, Daerah ini sebenarnya tidak terlihat seperti pulau pada umumnya. Pulau yang hanya berukuran kurang lebih sekitar 5×8 meter ini hanya memiliki pasir putih yang ada ketika air laut surut. Ketika air laut pasang, daerah ini tidak akan kelihatan alias menghilang.

Walaupun berupa pulau kosong, tapi pemandangan di pulau ini mampu menarik banyak wisatawan untuk datang. Para pengunjung Pulau Karimunjawa biasanya singgah di pulau ini saat menuju Pulau Tengah atau Pulau Kecil. Hamparan pasir putih yang dikelilingi oleh air laut yang jernih mampu melahirkan pemandangan yang sangat cantik. Anda akan terlihat seperti berdiri di atas air laut. Disini anda akan menikmati berenang dengan alas pasir putih yang halus serta bisa menikmati indahnya berfoto di pasir putih dengan background gunung Karimunjawa.

Warga sekitar menggunakan istilah Gosongan untuk menyebut daratan pasir yang tidak memiliki vegetasi apa pun, dan Gosongan ini terletak di Tanjung Seloka, sehingga dinamakan Gosongan Seloka. Waktu berkunjung terbaik ke Gosongan Seloka adalah sekitar pukul 13.00 siang, atau 15.00 sore hari.

Untuk menuju pulau ini, Anda harus berjalan kaki atau berenang, jangan lupa untuk memakai alas kaki, jaga-jaga agar tidak terkena racun stone fish yang bentuknya menyerupai karang mati.

02. Snorkling

Kepulauan Karimunjawa memang mempesona indahnya. Dari atas air saja sudah terlihat keindahannya, apalagi pesona bawah lautnya. Karimunjawa punya berbagai keindahan di setiap sudut pandang. Mau di atas ataupun di bawah laut, semuanya terlihat cantik dan menawan. Warna biru lautnya pun hampir menyerupai warna biru langit.

Snorkeling sambil menikmati keindahan berbagai terumbu karang, menjadi agenda wajib saat berkunjung ke Karimun. Juga
menikmati eksotisme surga bawah laut Karimunjawa, memang luar biasa. Selain melihat terumbu karang juga biota laut yang tak ada duanya. Ada Ikan badut yang lucu untuk diajak bermain bersama, belum lagi ikan-ikan hias lain yang tak sabar ingin diberi makan.

Snorkling bisa juga di Pulau Cilik. Namanya boleh cilik, tapi keindahan surga bawah lautnya tak perlu diragukan lagi. Bagi yang tidak bisa berenang, tak perlu khawatir, anda bisa menggunakan pelampung selama snorkeling. Spot snorkeling favorit yang menunggu lokasinya hanya berjarak 15 menit dari Pulau Cilik. Keindahan alam bawah laut masih original dan belum pernah dijarah manusia.

Spot snorkeling favorit di Karimunjawa: Pulau Menjangan Kecil, Menjangan Besar, Pulau Cemara Besar, Pulau Tengah, dan Pantai Tanjung Gelam. Semua jenis pantainya adalah pantai pasir putih dengan warna air biru turquoise. Heaven!


03. Diving Saksikan Bangkai Kapal

Sudah punya license diving dan mau melihat lebih banyak lagi keindahan bawah laut Karimunjawa lebih dalam? Jangan lupa booking dari jauh-hari dan bilang kalau kamu mau di antar ke titik-titik penyelaman: Bangkai kapal Indonoor, Bangkai kapal Pinisi, Karang Kapal, Taka Menyawakan, Ezdir Reef, Hawksbill Point, Torpedo Reef, dan untuk kamu pecinta wreck dive jangan melewatkan bangkai kapal Biblis yang terkenal dengan baling-baling kapal dari perunggu dan soft coral yang cantik-cantik.

04. Uji Nyali dengan Predator Hiu

Ingat adegan film Jaws (1975) dan Deep Blue Sea (1999), dimana seekor hiu putih raksasa pemakan manusia sepanjang 7,6 meter, yang menggemparkan wisatawan di pantai indah Amity Island di wilayah New England. Atau 3 ekor hiu Mako Sirip Pendek yang mendapatkan rekayasa genetik oleh Dr Susan McAlester sehingga makin cerdas, cepat dan berbahaya? Intinya, hiu merupakan predator paling menakutkan di lautan.

Namun di Pulau Menjangan Besar, sekitar 10 menit sebelah selatan Pulau Karimunjawa menawarkan pengalaman wisata yang tidak biasa, yaitu kesempatan untuk berenang bersama ikan hiu! Pulau seluas 56 hektar ini memiliki 2 kolam penangkaran dengan kelompok-kelompok hiu yang menunggu untuk bercengkerama dengan hiu.

Sekelompok Blacktip Reef Shark, yang menghuni salah satu kolam menjadi favorit bagi beberapa orang karena ukurannya yang tidak terlalu besar. Rata-rata hiu dewasa “hanya” memiliki panjang 1,6 meter. Di antara jenis hiu karang lainnya, Blacktip Reef Shark memang dikenal menyukai perairan dangkal berpasir.

Bahkan kadang-kadang, hiu juga masuk ke perairan payau juga sungai air tawar. Meski merupakan predator aktif yang memangsa ikan-ikan kecil, lobster, udang, kepiting, cumi-cumi, dan bahkan ular laut dan burung, jenis hiu ini cenderung jarang membahayakan manusia, kecuali jika dipancing dengan makanan.

Pulau Menjangan Besar ini memberikan kesempatan untuk masuk ke dalam kolam berisi sekelompok Blacktip Reef Shark sementara beberapa orang melemparkan potongan ikan segar ke sekeliling Anda untuk menarik perhatian sang hiu. Berani mencoba? Bila merasa jenis hiu kecil ini tidak cukup menantang adrenalin, dengan mencoba kolam lain berisi hiu hitam ukuran lebih besar. Jenis hiu ini, jinak dan tidak menyerang manusia.

04. Konservasi Penyu Langka

Selama di Pulau Menjangan Besar, juga ada lokasi penangkaran untuk melindungi penyu-penyu langka dari kepunahan. Ada
penangkaran penyu sisik, penyu hijau, juga puluhan tukik atau anak penyu yang jika sudah waktunya akan dilepas ke lautan bebas.

05. Fishing

Bagi wisatawan yang hobby fishing atau mancing, di Karimunjawa juga berlimpah ikan. Ada ikan Krapu sunu, Krapu Lumpur, Katambak, ikan karang, ikan kepala kambing, ikan kurisi dan kuniran.

06. Ekosistem Terumbu Karang

Keberadaan ekosistem terumbu karang di perairan Karimunjawa merupakan potensi wisata yang sangat diandalkan. Selain itu, keberadaan terumbu karang juga merupakan bagian dari program konservasi ekosistem laut yang harus dijaga dan dilestarikan.

Terumbu karang ini merupakan sumber daya utama pengembangan industri wisata di Karimunjawa. Namun sayang, dalam beberapa tahun belakangan, biomasa hewan karang ini mengalami penurunan yang sangat signifikan, dan hampir terjadi di semua zona dalam kawasan Taman Nasional Karimunjawa.

Penurunan tersebut terjadi akibat pemanfaatan suber daya perikanan yang terlalu berlebihan, bahkan cenderung tidak ramah lingkungan, dengan menggunakan bahan kimia beracun, seperti apotas maupun sianida. Penggunaan jaring yang berpotensi merusak terumbu karang juga banyak dilakukan oleh para nelayan.

Tak mengherankan jika Balai Taman Nasional Karimunjawa terus melakukan monitoring di sejumlah titik dan melakukan berbagai upaya untuk merehabilitasi ekosistem hewan dan tumbuhan laut tersebut, misalnya dengan menerapkan metode kombinasi artificialreef dan relokasi, jaring, kerangka, maupun substrat. Berbagai upaya tersebut dilakukan dengan harapan mampu meningkatkan kembali biomasa terumbu karang, karena ekosistem mangrove dan terumbu karang yang baik akan mampu meningkatkan biomassa ikan.

Hal ini sejalan dengan posisi perairan di Karimunjawa sebagai salah satu dari tiga pusat perikanan andalan Jawa Tengah. Namun, keberhasilan upaya tersebut juga harus didukung oleh peran masyarakat yang tidak terlalu berlebihan dalam memanfaatkan sumber daya perikanan. Bagaimanapun, keberadaan ekosistem terumbu karang ini menjadi sebuah magnet dalam pengembangan industri pariwisata di Karimunjawa. Berkembangnya kegiatan wisata, sudah barang tentu akan meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat. Kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian terumbu karang harus terus ditumbuhkan.


07. Kuliner Karimunjawa

Karimunjawa memiliki beberapa masakan khas yang tidak lazim ditemukan di daerah lain. Jadi, tidaklah lengkap jika
wisatawan yang berlibur di Karimunjawa tidak mencicipi kuliner khas the paradise of Java. Beberapa kuliner khas Karimunjawa antara lain pindang srani, lontong krubyuk, tongsen cumi, siomay tongkol, wedang blung, jenang krimun, klepon alang-alang, gereh iwak teri, dan lainnya.

08. Saksikan Sunset dan Sunrise

Jangan sampai kalah bangun pagi dari sang matahari Karimun Jawa. Rugi rasanya jika tidak menyambangi Pantai Palem, untuk menyaksikan sunrise. Siapkan Kamera, pastinya harus dibawa untuk mengabadikan momen indah ini.

Begitu juga pemandangan sunset yang sangat menawan. Cahaya kuning keemasan dengan lembayung ungu, sukses menutup hari yang sempurna kala liburan di Karimunjawa. Sunset yang sangat terkenal di Karimunjawa bisa dengan mudah Anda temukan menjelang pergantian sore ke malam hari.

Cahayanya sangat indah, sayang jika tidak diabadikan dengan kamera. Warna kuning terang dengan gradasi ungu tipis membuatnya makin sempurna. Anda bisa duduk di atas jembatan sambil menyaksikan pemandangan indah ini. Dijamin, rasa lelah karena seharian beraktivitas di Karimunjawa akan hilang setelah melihatnya.

Menikmati sunset maupun sunrise bisa dilakukan di jembatan kecil yang terbuat dari kayu. Jembatan ini belum lama dibangun di Pulau Karimunjawa. Traveler juga belum banyak yang datang ke jembatan ini, sehingga tempatnya masih sepi dan bersih.

Jika ingin mengunjunginya, jembatan ini berjarak kurang lebih 10 km dari pusat keramaian Karimunjawa. Karena di Pulau Karimunjawa hanya ada satu jalan, jadi tidak susah untuk menemukannya. Nah, bagi Anda para penikmat pemandangan matahari terbit dan tenggelam, tempat ini sangat direkomendasikan untuk dikunjungi.


09. Jelajah Hutan Mangrove

Siapa sangka, ternyata Karimunjawa punya hutan mangrove yang menarik untuk dijelajahi. Dengan trek sepanjang 2 km, bisa menyusuri hutan mangrove yang dan hijau sambil menghirup udara yang sejuk. Banyak spesies tanaman mangrove di sana!Lokasi Hutan mangrove tidak begitu jauh dari dermaga, yaitu hanya sekitar 2 km dan bisa ditempuh dengan sepeda motor. Trekking hutan mangrove dibuka setiap hari dari pukul 08.00 WIB sampai 17.00 WIB.

Traveler akan menyusuri hutan Mangrove melalui jalur trekking dari papan kayu yang berkelok-kelok sepanjang 2 km. Rute yang berkelok-kelok menambah kecantikan hutan mangrove ini.

Hutan mangrove seluas 10,5 km ini akan memberikan kesejukan dan menyuguhkan 45 jenis spesies mangrove yang termasuk dalam 25 famili. Exoccaria Agallocha atau Betah adalah jenis mangrove yang mendominasi. Salah satu jenis mangrove langka yang tumbuh di sini adalah scyphiphora Hydrophyllacea atau Duduk.

Rimbunnya mangrove dan cantiknya bunga mangrove akan memanjakan mata dan membebaskan diri dari segala kepenatan yang kita rasakan dengan padatnya rutinitas sehari-hari. Ditambah dengan gerombolan ikan-ikan kecil yang menari-nari di sepanjang bibir pantai, menambah serunya perjalanan traveler di hutan mangrove.

Rencananya, kawasan hutan mangrove di Karimunjawa ini akan dijadikan pusat studi mangrove dunia. Wisatawan yang berkunjung pun diperbolehkan ikut menghijaukan kawasan pantai dan hutan mangrove Karimunjawa.

10. Oleh-oleh khas Karimunjawa

Banyak hasil kerajinan tangan dan pernak-pernik hasil laut yang dijual murah di dermaga feri karimunjawa. Harganya mulai dari Rp 5.000 – Rp 80.000. Jangan lupa membeli oleh-oleh ketika wisata ke karimunjawa yaitu kayu Dewadaru, Setigi, dan Kalimasada. Toko kerajinan ini bisa kamu temui di depan homestay Prapatan. (marcapada@yahoo.com)

LEAVE A REPLY