10 – 21 Januari 2018, Pameran Lukisan Dua Kutub

0
298
Perupa Gigih Wiyono dan Masdibyo (Foto: Tribunnews.com)

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Dua perupa Masdibyo dan Gigih Wiyono menggelar pameran lukisan bersama. Pameran bertajuk Dua Kutub bakal digelar di Galeri Nasional Indonesia Jakarta, pada 10 hingga 21 Januari 2018. Rencananya pameran akan dibuka oleh Eko Sulistyo, Deputi IV Bidang Komunikasi Politik Kantor Staf Presiden RI.

Kutub memiliki arti harfiah sebagai ujung poros atau sumbu bumi, ujung batang magnet yang mempunyai sifat menarik (magnetik). Dua kutub merupakan pemikiran yang berangkat dari dua kekuatan seniman (perupa) Masdibyo dari Tuban Jawa Timur dan Gigih Wiyono dari Sukoharjo Jawa Tengah.

“Dua perupa nasional yang memiliki latar belakang yang berbeda, Masdibyo pendidikan IKIP Surabaya, dan Gigih Wiyono STSI Surakarta dan Pasca Sarjana ISI Yogyakarta,” demikian keterangan tertulis yang diterima, Selasa (8/1/2018).

Dalam pameran Dua Kutub ini Masdibyo menyajikan 30 lukisan bertarikh 2007-2017. Sedangkan Gigih Wiyono menyajikan 23 lukisan dan sembilan patung bertarikh 2013-2017.

Dua perupa, Masdibyo dan Gigih Wiyono, memandang perbedaan sebagai bentuk energi yang dapat disatukan dengan harmonis dan apik. Dimana sosok Masdibyo sebagai makhluk sosial yang acap kali terhenyak, terhanyut, ketika terjadi peristiwa besar.

Menuangkan hiruk pikuk perasaannya ke dalam sebuah karya seni yang kerap memilukan, mengharukan, namun tak jarang juga membahagiakan, seperti pada karya yang berjudul Berdoa Ditengah Terror Jakarta dan Rejeki Besar buat bersama. Lukisan dengan gaya ekspresionis Mas Dibyo seakan memberi kebebasan bagi penikmatnya dalam mengintrepretasikan setiap karyanya

Lain halnya dengan Gigih Wiyono pelukis dan pematung asal Sukohardjo, Jawa Tengah yang karya-karyanya lebih terinspirasi oleh mitos-mitos seperti Dewi Sri dan kesuburan yang menjadi tumpuan kaum agraris dari kota kelahirannya. Ataupun mitos-mitos kekuasaan yang umumnya terlambang dari sebilah keris, batik, aksara Jawa, dan motif tradisional lainnya, yang dihadirkan secara kontemporer.

Gigih ingin menuturkan pesan yang mengingatkan agar jangan pernah ragu dengan sesuatu yang telah diyakini, mampu menyatukan jiwa antara yin dan yang, dan memberikan dampak positif bagi kehidupan yang lebih luas.

Dalam pameran kali ke-2 ini, mereka berharap dapat menambah wawasan serta menumbuhkan apresiasi generasi muda dan masyarakat luas terhadap karya seni. Pameran ini juga diharapkan dapat menularkan semangat kebersamaan dalam keragaman, saling mengisi dengan harmonis demi mencapai tujuan. (Redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY