1 – 4 Juli 2015, Festival Biak Munara Wampasi

0
1759
Apen beyeren upacara tradisional warga berjalan di atas bara api (foto: dayulstr.wordpress.com)

PULAU BIAK, test.test.bisniswisata.co.id: PULAU BIAK PAPUA, mengelar festival yang berbeda, unik dan menarik. Festival Biak Munara Wampasi digelar di Kampung Mnurwar, Distrik Oridek, Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, pada 1-4 Juli 2015. Festival ini menghadirkan berbagai kegiatan seperti penangkapan ikan secara adat (snap mor), menyelam, lomba foto bawah laut, Padaido Island Tour, Biak Exotic Tour, apen bayeren, pameran anggrek dan handricraft.

Snap mor, tradisi menangkap ikan menggunakan peralatan tradisional sepanjang 1 km oleh warga suku Biak. Selama beberapa periode warga sepakat tidak mengambil ikan di laut, sebagai penggantinya warga berkebun dan hasil panennya dihidangkan saat snap mor berlangsung.

Sebelum hari pelaksanaan, malam hari warga melepaskan jaring. Esoknya saat air laut surut (0,1 meter), ikan terperangkap. Secara bersama warga menangkapnya menggunakan peralatan tradisional, seperti kelawai, sumpit, dan keranjang nilon.

Hasil tangkapan diperoleh, warga dari suku setempat menyiapkan tungku api untuk dimasak bersamaan dengan hidangan hasil kebun yang dibakar dengan cara tradisional (keladi barapen). Acara snap mor berlangsung pada Rabu, 1 Juli 2015 sejak pukul 08.00 hingga selesai. Anda yang ingin ikut serta dapat mendaftar dengan biaya Rp150.000,-.

Apen beyeren juga hadir memeriahkan Festival Biak Munara Wampasi, yaitu upacara tradisional dimana warga berjalan di atas bara api (batu atau bongkahan karang) dengan suhu mencapai 3600. Acara ini juga menampilkan tarian wor yang dilakukan warga suku setempat. Anda dapat melihat Apen beyeren di Museum Cendrawasih Biak dimana acara akan berlangsung pada Sabtu, 4 Juli 2015 dan tidak dipungut biaya.

Diving dan snorkling akan melibatkan operator lokal uang siap menyuguhkan banyak spot diving yang memukau seperti di Catalina Wreck, Wundi Cave, dan juga Rasi Wreck. Acara ini akan dilangsungkan pada Kamis, 2 Juli 2015 dan untuk pendaftaran silakan menghubungi Abetto (085254072014).

Padaido Islan Tour mengajak menyambangi gugusan Kepulauan Padaido yang digelar Kamis, 3 Juli 2015 dengan biaya Rp150.000,- (dewasa) dan Rp75.000,- (anak-anak). Ada banyak titik menyelam menarik di Kepulauan Padaido sekaligus menjadi lokasi mancing favorit, yang berdiam berbagai jenis ikan dengan kedalaman mencapai 1.000 meter dan perairannya terbilang tenang.

Biak Numfor merupakan pulau terluar Indonesia di Laut Pasifik pulau terbesar di antara rantai kepulauan kecil di pesisir utara Papua. Selain memiliki ikatan sejarah istimewa dengan Perang Dunia II, Perairan di sekitar Biak Numfor memiliki kekayaan bahari yang melimpah. Pulau terbesar di antara rantai kepulauan kecil di utara Pulau Papua itu memiliki lahan budidaya laut mencapai 9,9 juta hektare dan lahan budidaya pantai 42 ribu hektare. Lahan tersebut mampu menghasilkan ikan laut 1,5 juta ton per tahun dan hasil tambak 1,6 juta ton per tahun.

Gugusan Kepulauan Biak tertutup oleh hutan hujan yang menyimpan jumlah terbanyak spesies burung endemik. Selain itu, ada banyak sekali jenis flora di dalam hutan hujan tropis pulau Biak sendiri, termasuk variasi pepohonan dan vegetasi rawa mangrove yang rimbun.

Beraneka tujuan wisata bahari memikat dapat Anda temukan di Biak. Sebut saja Pantai Barito, Pantai Parai, dan Pantai Bosnik. Kabupaten Biak Numfor di Pulau Biak dapat dijangkau dari berbagai daerah di Indonesia dengan memanfaatkan penerbangan ke Bandara Frans Kaisiepo (Maskapai Garuda dan Sriwijaya). Di Biak, tersedia di beberapa penginapan dan waktu seminggu cukup untuk menjelajahi beragam keindahan memukau di sana.

Informasi dan keterangan hubungi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Biak Numfor Jalan Moh. Yamin No. 58, Biak, Papua
Telp. +62 98121663. www.biaknumfortourism.tumblr.com. (marcapada2015@yahoo.co.id)

LEAVE A REPLY