1 – 15 Maret 2016, Pameran Tunggal Hanafi

0
564
pelukis Hanafi (Foto: Kompas.com)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: SENIMAN Hanafi membuka kembali dialog kawasan historis di sekitar dunia Jawa melalui pameran tunggal yang digelar di Galeri Nasional Indonesia Jakarta, pada 1-15 Maret 2016.

Pameran yang mengusung tema Pintu Belakang | Derau Jawa ini digelar setelah pameran sebelumnya Oksigen Jawa di Galeri Soemardja ITB, Bandung, pada 2015. Pintu Belakang | Derau Jawa akan dikuratori Agung Hujatnikajennong. Pameran ini untuk melihat bagaimana Jawa sebagai sebuah ‘bungkusan identitas’.

Apakah masih merupakan faktor penentu dalam politik identitas yang berlangsung di Indonesia. Sebab, Jawa merupakan mayoritas dimana proses politik kebudayaan masih terus menggeliat hingga kini.

Pintu belakang merupakan imajinasi lain Hanafi tentang Jawa. Pintu belakang dalam kehidupan masyarakat Jawa, berhubungan dengan budaya yang terkait dengan istilah ‘jalan belakang’ untuk berbagai hubungan informal tanpa publik.

Kalau pulang ke rumah, aku lebih suka masuk lewat pintu belakang. Pintu depan selalu memunculkan bayangan bapak yang duduk di kursi menatap lurus ke luar pintu. Posisi yang mengandung konstruksi kekuasaan untuk mengawasiku. Kini pintu belakang tidak berfungsi lagi. Halaman belakang lalu berubah jadi sebuah ideologi yang kosong, kemudian cenderung diisi dengan sampah, kata Hanafi.

Hanafi menempuh pendidikan di Sekolah Seni Rupa Indonesia (SSRI) Yogyakarta (1976-1979). Karya Hanafi tidak melulu lukisan, tetapi juga seni instalasi, patung, artistik panggung dalam kolaborasi dengan seniman tari, teater dan sastra. Sejak awal tahun 1990 hingga tahun 2015 ini,

Hanafi telah menggelar 38 pameran tunggal dan 80 pameran bersama. Hanafi juga telah memenangkan sejumlah penghargaan seni, 10 terbaik Philip Morris Art Award, Anugerah Kebudayaan Universitas Indonesia, dan Indofood Art Award (2002 dan 2003). (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY